Tubuh manusia 70% terdiri atas air, tentu saja kita juga secara sadar atau tidak sangat terpengaruh oleh informasi yang kita dapatkan. Informasi yang buruk akan berpengaruh buruk terhadap tubuh, pikiran, dan jiwa kita. Begitu saja, sebaliknyalah yang akan terjadi jika kita mendapatkan informasi yang baik. Bukan hanya air yang dapat menyerap info yang diberikan. Apapun sebenarnya secara energetik saling mempengaruhi.

Pernahkah kita perhatikan jika kita meletakkan beberapa lonceng tua di tempat yang sama ? lama-kelamaan bandul lonceng tua itu akan bergerak secara bersamaan baik temponya maupun arahnya. Kita juga sering mendapatkan kenyataan pasangan suami istri yang semakin lama wajah dan gerak geriknya semakin menyerupai satu sama lain.

>>Menggunakan Gelombang Energi Untuk Pengobatan

Oleh karena energi adalah gelombang, berdasarkan prinsip vibrasi energi, kita bisa mengoreksi vibrasi energi yang kurang baik dengan membuat gelombang yang saling berlawanan sehingga gelombang itu satu sama lain akan saling meng-cancel atau menjadi lurus. Jika gelombang yang pertama terdiri dari atas lembang, gunung, dan lembah, kita bisa meng-cancel-nya dengan membuat gelombang gunung, lembah, dan gunung. Dengan cara ini, karakteristik gelombang yang pertama akan bisa dihilangkan.

Melalui pengalamannya meneliti selama bertahun-tahun, Masaru Emoto melihat ada korelasi antara emosi manusia dengan penyakit yang dideritanya. Dia mendapatkan kenyataan bahwa orang yang sering stres biasanya punya problem dengan pencernaan. Kekhawatiran menyebabkan masalah di daerah persarafan servikal, ginjal, dan rasa tidak nyaman di perut. Banyak lagi faktor emosi yang menimbulkan permasalahan di bagian organ tubuh tertentu. Faktor-faktor emosi itu antara lain rasa takut, marah, stres, kesepian, kesedihan, tidak sabar, mengeluh dan cepat tersinggung.

Oleh karena air telah terbukti dapat menyerap informasi dengan cepat, tidak heran jika banyak para penyembuh alternatif yang menggunakan air doa sebagai media penyembuhannya. Masaru juga menggunakan emosi yang berseberangan dan mengujinya pada air. Pertama, air diberi kata-kata “stres” lalu kristalnya difhoto. Setelah itu, air yang sama yang sebelumnya diberi kata “Stres” dirubah menjadi “Relaks” ternyata hasilnya membentuk kristal yang sangat INDAH.

Berdasarkan prinsip tersebut Masaru mulai mencoba mengobati beberapa penyakit dengann memberi label kata-kata tertentu untuk diminum oleh orang yang sakit. Ada salah seorang yang anaknya menderita BATUK. Kebetulan hari itu hari Sabtu sehingga dia tidak bisa membawa anaknya ke dokter langganannya. Ingat tentang cerita “Keajaiban Air dan hubungannya dengan Pengobatan” dia lalu menempelkan “Healthy” pada air minum anaknya. Secara ajaib besoknya si anak tidak jadi batuk dan sudah sehat seperti biasa.

Semua info dan penelitian di atas memperkuat keyakinan saya bahwa apa yang kita ucapkan tidak hanya akan berdampak pada tubuh, pikiran, jiwa, dan juga pada lingkungan kita. Oleh karena Bumi sebagaian besar terdiri atas air, saya yakin apa yang kita ucapkan, pikirkan, dan lakukan akan mengubah kualitas bumi kita. Sekarang mari kita coba mulai dari diri sendiri untuk memberikan informasi, ucapan, perilaku yang baik pada tubuh, pikiran dan jiwa kita. Bila hal buruk dapat mempengaruhi air, apalagi tubuh kita.

Diatas segalanya, yang terpenting adalah selalu mengucap syukur dan berdoa atas segala hal yang kita nikmati. Mulai dari makanan, minuman, sampai obat yang kita gunakan untuk menyembuhkan, berikan ucapan atau label yang positif. Semoga rahmat Tuhan selalu menyertai kita…………