fuz-3.jpg

1. Accountancy (Akutansi) – Profesi yang menggunakan teori tertentu, asumsi mengenai cara bertindak, peraturan cara mengukur dan prosedur untuk mengumpulkan dan melaporkan informasi yang berguna tentang kegiatan dan tujuan yang menyangkut keuangan suatu organisasi. Akuntansi dibedakan antara akuntansi untuk perusahaan, akuntasi untuk pemerintah, dan akuntansi sosial.

2. Accountant (Akuntan) – Seseorang yang mempunyai keahlian di bidang akuntansi. Perannya dibedakan antara Akuntan Intern yang bekerja pada suatu perusahaan, Akuntan Pemerintah yang bekerja pada negara dan Akuntan Publik yang memberikan jasa profesinya kepada masyarakat. Akuntan Negara dan Akuntan Publik baru bisa menjalankan profesinya setelah mendapat izin dari Menteri Keuangan.

3. Accounting – Pencatatan mengenai kegiatan keuangan dan pelaporan pencatatan tersebut. Akuntansi dan Akunting sering diartikan sama.

4. Accrued Interest (Bunga yang tumbuh) – Bunga yang dihimpun sejak pembayaran yang terakhir sampai penjualan suatu obligasi atau suatu penghasilan tetap suatu surat berharga. Pada saat pembelian, si pembeli membayar si penjual harga obligasi ditambah bunga yang tumbuh, yang dihitung berdasarkan perkalian tarif kupon bunga dikalikan dengan jumlah hari yang telah berlaku sejak pembayaran terakhir. Bunga yang tumbuh juga digunakan di dalam kerjasama terbantas usaha pertanahan dan bangunan, bila si penjual bangunan mengambil sejumlah uang sekaligus tatkala menjual dan memberikan obligasi hipotik kedua kepada pemegang berikutnya. Jika pendapatan sewa dari gedung tersebut tidak dapat menutup pembayaran bunga obligasi hipotik, si penjual setuju memberikan bunganya tumbuh sampai bangunan tersebut terjual kepada seseorang.

5. Administered Inflation – Adalah inflasi yang diukur berdasarkan perubahan harga kategori kelompok barang-barang yang dikendalikan oleh pemerintah, seperti : BBM, beras, gula dll.

6. Aktuaria – Prinsip-prinsip penghitungan secara matematis yang lazim digunakan untuk menentukan besarnya kemampuan subyek dan nilai obyek diansurasikan.

7. All Risk – Model polis asuransi yang menanggung seluruh kerugian yang terjadi. Kalau di Indonesia nilai pertanggungan yang dibayar adalah sesuai dengan harga yang disepakati dalam kontrak.

8. Allotment (Penjatahan) – Suatu jumlah yang disetujui untuk dipenuhi bagi setiap permohonan pembelian surat berharga yang diajukan para pemodal sebagai akibat tidak terpenuhinya seluruh permohonan karena jumlah permohonan melebihi jumlah penawaran pada massa pasar perdana. Penentuan jumlah yang disetujui berdasarkan suatu cara pembagian yang dianggap yang paling mendekati keadilan dan diharapkan dapat memuaskan semua peserta.

9. Amortivasi – Prosedur akuntansi yang secara berangsur-angsur mengurangi nilai biaya yang usianya terbatas atau harta tak berwujud melalui pembebanan berkala terhadap pendapatan. Bagi harta tetap istilah yang digunakan adaamlah penyusutan, bagi pertambangan (sumber alam) adalah, deflasi. Pada dasarnya arti kedua istilah istilah tersebut sama dengan Amortisasi. Pada umumnya perusahaan melakukan penghapusan melalui amortisasi untuk harta tak berwujud seperti “Goodwill”. Juga lazim dilakukan amortisasi terhadap setiap nilai yang dibayar di atas nilai pari atas pembelian saham istimewa (Preferen) atau obligasi. Tujuan amortisasi adalah untuk mencerminkan nilai penjualan kembali atau penebusan.

10. Amortization Fund (Dana Utang) – Pengumpulan uang yang dilakukan secara berkala untuk membayar hutang.

11. Anchor Currrency (Mata Uang Acuan) – Suatu mata uang yang dipilih karena stabilitasnya yang diharapkan dan diterima secara Internasional. Bagi banyak dewan mata uang, poundsterling Inggris dan dollar Amerika Serikat telah menjadi suatu anchor currency. Mata uang acuan ini tidak harus dikeluarkan oleh suatu bank sentral. Sedikitnya dewan mata uang yang telah menggunakan emas sebagai anchor currency.

12. Annual Report (Laporan tahunan) – Suatu laporan mengenai keadaan keuangan perusahaan dalam jangka waktu 1 tahun. Termasuk dalam laporan ini antara lain Neraca Perusahaan, Laporan Laba/Rugi dan neraca arus kas. Laporan ini harus disampaikan kepada para pemegang saham untuk disetujui di dalam RPUS untuk selanjutnya disahkan sebagai laporan Tahunan resmi perusahaan.

13. Asuransi Kebakaran – Asuransi yang menjamin kerugian dan kerusakan atas bangunan atau harta benda,barang-barang lainnya akibat kebakaran, petir, ledakan, kejatuhan pesawat terbang, kerusuhan, gempa bumi, kerusakan, pemogokan dan lain sebagainya.

 

Perhatian: Anda Bisa Menjadi KAYA Dengan Memiliki RAHASIA ini!

Mulailah bisnis Autopilot secara sampingan dari rumah dan peroleh jutaan rupiah sebulan! Kunjungi Click here for more information