Pernahkah kita merasa tidak dicintai oleh pasangan kita, dan selalu curiga pasangan mempunyai WIL (Wanita Idaman Lain).
Jadi kamu mau suami kamu mencintai kamu?
Selama ini kamu sudah minta dicintai, tetapi dia tidak menggubris…
Kamu bahkan pernah memelas untuk diperhatikan…
Kamu bahkan sering menangis di depannya dan mengatakan kamu merasa tidak dicintai…
Kamu putus asa karena apapun yang kamu lakukan, suamimu tetap tidak mencintai kamu, dan kamu juga sudah mengatakan itu kepadanya…
Kita ingin dicintai oleh orang lain atau pasangan kita, tapi kita lupa untuk mencintai diri sendiri, mencintai diri sendiri bukan berarti arogan atau angkuh ; mencintai diri sendiri adalah titik awal dari kemampuan anda untuk menghargai
segala sesuatu dan semua orang di sekitar anda. Untuk merangsang sumber kekuatan pribadi tersebut Bercerminlah dan tegaskan bahwa anda mencintai, menghargai dan menghormati diri sendiri. Berhentilah mencari kesalahan, dan mulailah mengakui kualitas-kualitas yang baik dalam diri kita. Cinta adalah Getaran yang Kuat dan Berdebar. Jika kita menolak atau tidak menghargai diri sendiri, hal itu menyebabkan memancarnya Energi Merusak atau Energi Negatif, yang menyebabkan orang lain juga menolak peduli kepada kita.

Begitu kita telah membentuk energi mencintai diri sendiri, kita dapat memperluas dengan menyalurkannya ke dalam hati orang-orang yang ada di sekitar kita dan pada pasangan kita. Senyumlah dengan tulus dan kirimkan kasih sayang melalui tatapan mata saat menatap pasangan kita, rasakanlah CINTA keluar dari jari jemari kita saat kita membelai pasangan kita atau buah hati kita. Tunjukkanlah Energi Cinta dalam suara dan gerakan kita dalam setiap aktivitas, kecil atau besar. Bayangkan Energi yang Jernih dan penuh semangat mengalir laksana PELANGI dari hati kita ke hati orang-orang yang kita sayangi dan juga kepada orang-orang di sekitar kita dalam setiap kesempatan.

Lantas kalau kita curiga pasangan mempunyai WIL atau gejala-gejala mencurigakan lainnya, lalu kira-kira WIL seperti apa yach…yang bisa menarik dan membuat pasangan kita berpaling padanya?

Cobalah kita berpikir sejenak dan menjawab " Mungkin dia perempuan yang menarik secara fisik, pandai berdandan, orang yang ceria, orang yang bisa membantu pekerjaan suami saya, yang bisa mendengarkan keluhan-keluhannya dan bisa membuatnya tertawa dan membuat suami saya merasa nyaman berada didekatnya, pandai merayu dan yang pasti dia pasti bisa memuaskan……???

Bagi para istri-istri kadang-kadang kita sebagai wanita selalu menyalahkan sesuatu yang ada di luar kita, kita tahu pasangan kita menyukai wanita yang selalu tampil menarik dan tentunya suka wanita seksi, kalau kita berpikir seperti itu maka "Jadilah WIL untuk Suamimu sendiri".

Mulailah rencanakan dandanan yang cocok buat kita, rajin merawat tubuh kita, mencari baju yang membuat diri kita menjadilebih menarik, membeli LINGERIE dan membuat daftar kegiatan yang sebaiknya dilakukan untuk tetap membuat mood-dalam keadaan baik, menyusun trik seksi untuk making love.

Sering kali kita tidak sadar saat kita meminta dicintai, kita melakukannya dengan salah. Jangan pernah berharap bahwa dengan memasang wajah memelas dan menunjukkan betapa kita menderita karena tidak dicintai, maka pasangan kita akan dengan senang hati memenuhi kebutuhan kita dan juga kebanyakan bagi para wanita berpikir apabila sudah menikah dan mempunyai pasangan tidak merasa wajib untuk tampil menarik, tidak seperti pada saat kita masih gadis selalu ingin berpenampilan menarik agar kekasih kita selalu terpesona melihat kita. Saat kita meminta dicintai dan mengungkapkan rasa kecewa terhadap pasangan
dengan cara yang salah, mendadak yang terjadi adalah pasangan menjadi semakin jauh.

Kenapa?

Karena pasangan kita merasa terpojok dan disalahkan atas perasaan yang terjadi pada kita. Bayangkan saja, apa enaknya sih disalahkan atas sesuatu yang tidak bisa kita kontrol.

Maksudnya, apa bisa kita mengontrol perasaan orang lain?

Apa bisa kita memaksa pasangan untuk mencintai kita?

Apa bisa kita memaksa seseorang menyukai kita?

Apa bisa memaksa pasangan untuk bahagia?

Apa bisa kita bertanggung jawab atas kebahagiaan dan kesedihan seseorang?

Jawabannya, sudah pasti tidak bisa.

Kita bisa memaksa pasangan mengatakan "I love U"
Kita bisa memaksa pasangan memeluk kita, Kita bisa memaksa pasangan menemani kita jalan Tetapi soal perasaan dan hati, siapa yang tahu?

Kenapa kita tidak melakukan sesuatu agar perubahan terjadi?

Saya sangat suka dengan kata-kata ini "Perubahan terjadi saat kita mengubah diri kita sendiri"

Kita ubah diri kita agar layak dicintai

Kita ubah penampilan kita agar "enak" dipandang

Kita ubah sikap kita agar membuat pasangan merasa diterima

Kita bisa memberikan senyum terindah pada pasangan setiap saat

Kita bisa mencintai pasangan dengan tulus tanpa minta balasan

Kita bisa menyiapkan makanan kesukaannya

Kita bisa membelikannya hadiah kejutan

Kita bisa menjadi pendengar terbaik untuk pasangan

Kita bisa memberikan kecupan sayang setiap saat

Kita bisa memberikan pelukan mesra setiap pagi dan malam

Kita bisa mengatakan "I love you" dan bukannya "Do you love me?"

Selamat mencintai dan semoga berbahagia.

"Cinta adalah ramuan dasar untuk mencapai SUKSES. Tanpa cinta, hidup akan hampa. Dengan cinta, hidup kita bergetar dengan kehangatan dan kepuasan"