Kesehatan tubuh yang baik sebagian besar tergantung pada pikiran kita sendiri. Ilmu pengetahuan di masa kini membuktikan bahwa ungkapan itu benar. Pikiran mempengaruhi setiap sel dalam tubuh, jauh lebih besar daripada yang disangka manusia, karena tubuh kita adalah produk dari pikiran kita. Kita mulai memahami tingkat Ilmu Kedokteran ketika sifat pikiran dan emosi menentukan subtansi, struktur, dan fungsi fisik dari tubuh kita. Para dokter meyakini bahwa untuk menyembuhkan para pasien, mereka harus mengobati pikiran sekaligus tubuh mereka.

Dalam ilmu penyembuhan ada namanya “Efek Plasebo”. Plasebo biasanya berwujud pil, kaplet atau sirup, walaupun secara kasat mata plasebo sangat mirip obat, tapi isinya ternyata hanya tepung atau gula dan semestinya tidak berdampak pada penyakit yang diderita seseorang. Plasebo awalnya digunakan dalam riset obat-obatan sebagai pembanding untuk menguji efek suatu obat. Namun, anehnya, seringkali ditemukan bahwa orang yang minum plasebo ternyata keadaan kesehatannya membaik, bahkan ada yang sembuh dari penyakitnya.

Ketika anda mengatakan kepada orang yang sakit bahwa obat yang anda bawa sama efektifnya dengan obat yang benar-benar diperuntukkan untuk penyakit tertentu, dan orang yang sakit itu percaya pada perkataan anda maka,”Plasebo” itu memang berefek sama, bahkan berefek lebih kuat, dibandingkan dengan obat yang sengaja dirancang untuk efek suatu penyakit tertentu. Menurut Dr.Lauren T.Guy dalam sebuah laporan yang ditujukan kepada Medical Society New York, menyebutkan : “Kecemasan dan ketegangan bisa menyebabkan kebutaan dan glaukoma”. Dia selanjutnya memberi saran, “Suatu analisis yang dilakukan oleh pasien terhadap masalah pribadinya dapat meringankan penyakit fisik, berdampak baik pada mata,jantung,tekanan darah dan penyakit yang menyerang organ tubuh yang lainnya”.

Penyembuhan melalui pikiran dapat bekerja selaras dengan obat-obatan. Jika ada nyeri, obat dapat membantu menghilangkan nyeri, sehingga memungkinkan seseorang untuk berfokus pada daya kesehatan. “Memikirkan kesehatan yang sempurna” adalah sesuatu yang dapat dilakukan setiap orang secara pribadi di dalam dirinya sendiri, terlepas dari apa yang terjadi di sekelilingnya. Semua stres dimulai dengan satu pikiran negatif. Satu pikiran yang muncul tanpa terawasi, kemudian datang lebih banyak pikiran negatif, sampai stres mewujud. Efeknya adalah stres tetapi penyebabnya adalah pemikiran negatif, dan semuanya dimulai dengan satu pikiran negatif yang kecil.

Perasaan cinta, syukur dan bahagia akan melarutkan semua negativitas dalam hidup, terlepas dari apapun bentuk yang telah menjadi perwujudannya, ada kisah nyata tentang seorang wanita “Cathy Goodman” yang telah divonis mengidap penyakit kanker payudara, tapi wanita ini percaya sepenuh hatinya bahwa dia sembuh dari penyakit yang diidapnya tersebut, dalam kegiatannya sehari-hari dia selalu mengatakan “Terima Kasih atas Penyembuhan saya” dia mengucapkannya berulang-ulang, dan dia merasa seolah-olah tidak pernah ada penyakit kanker payudara yang bersarang di tubuhnya. Salah satu hal yang dia lakukan untuk menyembuhkan diri sendiri adalah sering menonton film komedi, dan diapun akan tertawa, tertawa dan tertawa. Akhirnya wanita ini di diagnosa sembuh total dari penyakit payudara dengan memakan waktu hanya 3 bulan dan hasil kesembuhannya itu dia dapatkan tanpa harus menjalani radiasi atau kemoterapi.

Perasaan-perasaan yang salah atau perasaan yang negatif dan reaksi emosi negatif, dapat merusak kesehatan fisik, contohnya ; rasa takut, marah, ragu, benci, iri hati dan semua perasaan yang bisa meracuni tubuh dan pikiran manusia. Jika anda sakit, mungkin sekali hal itu disebabkan oleh pengalaman emosi yang menyedihkan atau mengganggu anda di masa lalu. Untuk menuntaskan masalah kesehatan, harus ada kepercayaan dan keyakinan yang penuh kepada sumber kekuatan yang mendatangkan kesembuhan sesuai dengan ajaran agama dan keyakinan kita masing-masing.

Orang-orang yang sembuh dari kanker, tumor dan lain-lain, melihat diri mereka sembuh dalam mata pikiran mereka. Penglihatan mereka ini diikuti oleh perasaan dan hasrat yang begitu besar dan kepercayaan kepada Tuhan Sang Maha Pencipta, sehingga Kekuatan Penciptaan yang diberikan Tuhan kepada mereka telah diaktifkan dengan begitu dahsyat, dan alhasil memberi energi kepada sel dan bagian tubuh yang sakit, dan penyembuhan serta penciptaan kembali segera terjadi, merekapun sembuh saat itu juga. Penyebab penyembuhan adalah Kekuatan Tuhan yang bekerja dalam diri kita. Namun kitalah yang harus mengaktifkannya melalui pikiran yang benar.